Minggu, 06 Februari 2011

Karakteristik Proyek Indonesia

 
Industri jasa konstruksi merupakan industri yang memiliki karakteristik-karakteristik khusus yang sulit untuk diantisipasi karena unik, sumber daya yang berfluktuasi, melibatkan banyak pihak dan kepentingan, masalah kondisi alam dan tidak adanya standart yang baku.  Umumnya pihak-pihak yang terlibat dalam konstruksi adalah kontraktor, pemilik, arsitek, konsultan, tenaga kerja, asuransi, pemerintah, supplier material dan lainnya. Hal-hal yang tak dapat dipisahkan dari kondisi konstruksi seperti kondisi tanah, topografi permukaan, cuaca, transportasi, suplai material, perlengkapan dan pelayanan, sub kontraktor serta kondisi buruh yang merupakan bagian dari proyek konstruksi. Proyek konstruksi adalah subyek yang dipengaruhi oleh banyak variabel dan faktor-faktor yang tidak terduga. Pembangunan proyek konstruksi memerlukan banyak keahlian, material, alat, dan sumber daya yang berbeda.    
Banyaknya faktor-faktor dan pihak-pihak yang mempengaruhi proyek konstruksi dan karakteristik yang khusus menyebabkan banyak terjadi risiko dalam pelaksanaan proyek. Sumber risiko dapat diartikan sebagai faktor yang dapat menimbulkan kejadian yang bersifat negatif atau positif. Sebagai contoh, di bawah ini adalah sumber risiko dari suatu proyek:
a.       Risiko yang berkaitan dengan bidang manajemen
b.      Risiko yang berkaitan dengan bidang teknis dan implementasi
c.       Risiko yang berkaitan dengan bidang kontrak dan hukum
d.      Risiko yang berkaitan dengan situasi ekonomi, sosial, dan politik
PMBOK mendefinisikan proyek yaitu “a project is a temporary endeavor undertaken to create a unique product, service, or result”. Karakteristik-karakteristik proyek adalah sebagai berikut:
a.      Temporary atau sementara, setiap kegiatan mempunya fase awal dan fase akhir serta dibatasi dengan waktu tertentu
b.      Unique Product, Services, or results. Produk atau jasa yang dihasilkan berbeda setiap proyek dari waktu, biaya dan mutu yang sudah ditentukan
c.       Progressive Elaboration, pada kegiatan proyek harus mempunyai sesuatu yang bisa dikembangkan dari integrasi dari beberapa konsep sementara dan unik, sebab produk dan jasa yang dihasilkan adalah karakter yang berbeda

 
            Konstruksi adalah suatu kegiatan yang hasil akhirnya berupa bangunan/konstruksi yang menyatu dengan lahan kedudukannya, baik digunakan sebagai tempat tinggal atau sarana kegiatan lainnya. Hasil kegiatan antara lain: gedung, jalan, jembatan, fly over, rel kereta api, terowongan, drainage, bandara udara, dermaga, dan lain lain. Sedangkan kegiatan konstruksi meliputi perencanaan, persiapan, pembuatan, pembongkaran dan perbaikan bangunan. Hal-hal yang tak dapat dipisahkan dari kondisi konstruksi seperti kondisi tanah, topografi permukaan, cuaca, transportasi, suplai material, perlengkapan dan pelayanan, subkontraktor, serta kondisi buruh yang merupakan bagian dari proyek konstruksi.
            Proyek konstruksi merupakan proyek fisik dimana secara konvensional atau klasik proyek konstruksi dapat dikategorikan sebagai berikut:
a.       Konstruksi Pemukiman :
Pemukiman atau perumahan termasuk gedung, rumah keluarga-sendirian, condominium, rumah-villa, tempat tinggal multi unit, apartemen, tipe taman, bertingkat rendah dan bertingkat tinggi.
b.      Konstruksi Gedung :
Termasuk bangunan yang digunakan gedung kelembagaan/kantor, pemerintah, komersial, industri kecil, gedung sekolah dan universitas, klinis medis dan rumah sakit, fasilitas rekreasi dan stadion olahraga.
c.       Heavy Engineering Construction :
Biasanya dibagi tiga kelompok, yaitu : konstruksi jalan raya dan lapangan terbang, konstruksi berat dan konstruksi utilitas.
d.      Konstruksi Industri
Termasuk pelaksanaan proyek yang digabungkan dengan industri manufaktur atau produksi produk komersil atau layanan.
            Ruang lingkup manajemen konstruksi dimulai setelah tahap perencanaan oleh konsultan perencana selesai. Tahapan berikutnya adalah pengadaan kontraktor dan tahap pelaksanaan. Tahapan ini merupakan ruang lingkup dari manajemen konstruksi. Tahapan proses manajemen konstruksi adalah sebagai berikut:
1.      Prakualifikasi, pada tahap ini, kontraktor mengikuti seleksi yang diadakan oleh pemilik proyek. Keberhasilan tahap ini merupakan peluang bagi kontraktor untuk dapat mengikuti tahap berikutnya yaitu tahap tender.
2.      Tender, bagi para kontraktor yang lulus pada tahap prakualifikasi, berhak untuk mengikuti tender. Peserta tender jumlahnya sangat bervariasi, biasanya sekitar 6 sampai 10 kontraktor. Keberhasilan kontraktor untuk memenangkan tender, tergantung dari ketajaman strategi tender .
3.      Prapelaksanaan proyek, setelah ada indikasi memenangkan tender, kontraktor membentuk tim guna mempersiapkan perencanaan buku pedoman pelaksanaan proyek sebagai tolok ukur pelaksanaan proyek
4.      Pelaksanaan proyek, dengan buku pedoman pelaksanaan proyek yang sudah dibuat, tim proyek melakukan pelaksanaan proyek, pengendalian dan melakukan tindakan koreksi, sehingga tujuan dari kontraktor dapat tercapai.
5.      Penyerahan proyek, merupakan tahapan terakhir dari proses manajemen konstruksi, yaitu serah terima antara kontraktor dan pemilik proyek. Keberhasilan kontraktor adalah kepuasan dari pemilik proyek dan tercapainya tujuan dari kontraktor yaitu dapat memberikan nilai tambah kepada stake holder-nya.


    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar